SUBNETING
1.Penggubahan netmask untuk mempercepat jalur data
jika kita memiliki computer sebanyak 30 PC dankita merencanakan menggunakan Net ID 192.168.1.0 maka nomor IP yang digunakan misalnya 192.168.1.1 s/d 192.168.1.30, sedangkan kita ingat bahwa peluang dari network ID 192.168.1.0 bukan hanya berakhir sampai di 192.168.1.30 tetapi sampai 192.168.1.254 sehingga secara software ini akan memperlambat jalur data (pada jaringan kecil hal ini tidak terlalu berpengaruh),untuk itu perlu dibatasi secara tepat sehingga kemubaziran dapat diminimalkan.
Ha tersebut dapat dilakukan dengan mengubah netmask dengan langkah berikut
Jumlah computer = (2 N) – 2
Dimana N adalah jumlah bit yang tersisa.
Penjelasan:
Bit bagian terpakai --|-- bit bagian tersisa
30 = (2 N) -2
2 N =32
N=5
jika n tidak menghasilkan angka bulat gunakan angka yang mendekati tetapi tidak boleh lebihkecil. Denga demikian jumlah bit yang tersisa adalah 5 dan tentunya jumlah bit yang terpakai adalah 3 (karena jumlah bit hanya sampai 8).jumlah bit yang terpakai tersebutlah yang menentukan berapa netmask yang digunakun untuk 30 komputer.
Bit yang terpakai | bit yang tersisa
---------------------|-------------------
111 | 0000
|
128+64+32= 224 (lihat table biner-desimal)
maka netmask yang digunakan dalam kasus ini adalah;
255.255.255.224
2.Membuat subnet dalam sebuah network denga alas an menaga trafik atau kekurangan network ID
nadai saja kita memiliki 200 PC yang akan digunakan untuk sebuah kantor besar dan kita diberi ID =192.168.1.0,dengan sangat mudah dapat membuat IP dari
192.168.1.1 sampai 192.168.200, tetapi hal ini akan membuat alur data kita menjadi sibuk dan tentunya akan memperlmbat laju data. Untuk itu ada cara untuk memisahkan beberapa computer tersebut yang kita sebut subnet, yang mana antara subnet tidak dapat berhubungan secara langsung , untuk dapat menghubungi antar subnet kita memerlukan perangkat keras tambahan berupa sebuah PC Router ataun Router.
Menentukan beberapa bagian yang akan kita pisahkan adalah langkah awal,misalnya kita akan memisahkan computer yang banyak tersebut kedalam 15 bagian atau kita sebut saja 15 subnet.
Menentukan jumlah max computer per subnet = (2n) -2
Keterangan:
N = bit yang tersisa
Jumlah subnet = 2n
Keterangan:
N = bit yang terpakai
Jumlah subnet = 2n
15 = 2n
n = 4
Dengan demikian kita dapat mengetahui N dari hasil n,yakni ada 1 bit yantg tersisa.
Host per subnet = (2n)-2
=(24)-2
= 14
Sehingga kita hanya dapt menaruh setiap divisi sebanyak 14 PC.untuk mengetahui berapa subnet,range IP dan broadcast dapat diketahui dari hasil bit yang terpakai(n).
Berikut adalah kombinasi 4 digit (nol dan satu)yang terpakai:
- 0000
- 0001
- 0010
- 0100
- 0101
- 0110
- 0111
- 1000
- 1001
- 1010
- 1101
- 1111
- 1011
- 1110
- 0011
langkah selanjutnya adalah mencari berapa nomor subnet,broadcast dari setiap kombinasi tersebut. Kita akan mengambil contoh pada kombinasi yang ke-14:
1110 | 0000 s/d
1110 |1111
atau
224 s/d 239
Sesuai persoalan diatas,maka IP kmbinasi ke-14 ini adalah:
192.168.1.224 s/d 192.168.239 ,dimana:
Subnet :192.168.1.244
Broadcast :192.168.1.239
Range IP :192.168.1.225 s/d 192.168.238
Tidak ada komentar:
Posting Komentar