Rabu, 21 Mei 2008

SUBNETING

SUBNETING

1.Penggubahan netmask untuk mempercepat jalur data

jika kita memiliki computer sebanyak 30 PC dankita merencanakan menggunakan Net ID 192.168.1.0 maka nomor IP yang digunakan misalnya 192.168.1.1 s/d 192.168.1.30, sedangkan kita ingat bahwa peluang dari network ID 192.168.1.0 bukan hanya berakhir sampai di 192.168.1.30 tetapi sampai 192.168.1.254 sehingga secara software ini akan memperlambat jalur data (pada jaringan kecil hal ini tidak terlalu berpengaruh),untuk itu perlu dibatasi secara tepat sehingga kemubaziran dapat diminimalkan.

Ha tersebut dapat dilakukan dengan mengubah netmask dengan langkah berikut

Jumlah computer = (2 N) – 2

Dimana N adalah jumlah bit yang tersisa.

Penjelasan:

Bit bagian terpakai --|-- bit bagian tersisa

30 = (2 N) -2

2 N =32

N=5

jika n tidak menghasilkan angka bulat gunakan angka yang mendekati tetapi tidak boleh lebihkecil. Denga demikian jumlah bit yang tersisa adalah 5 dan tentunya jumlah bit yang terpakai adalah 3 (karena jumlah bit hanya sampai 8).jumlah bit yang terpakai tersebutlah yang menentukan berapa netmask yang digunakun untuk 30 komputer.

Bit yang terpakai | bit yang tersisa

---------------------|-------------------

111 | 0000

|

128+64+32= 224 (lihat table biner-desimal)

maka netmask yang digunakan dalam kasus ini adalah;

255.255.255.224

2.Membuat subnet dalam sebuah network denga alas an menaga trafik atau kekurangan network ID

nadai saja kita memiliki 200 PC yang akan digunakan untuk sebuah kantor besar dan kita diberi ID =192.168.1.0,dengan sangat mudah dapat membuat IP dari

192.168.1.1 sampai 192.168.200, tetapi hal ini akan membuat alur data kita menjadi sibuk dan tentunya akan memperlmbat laju data. Untuk itu ada cara untuk memisahkan beberapa computer tersebut yang kita sebut subnet, yang mana antara subnet tidak dapat berhubungan secara langsung , untuk dapat menghubungi antar subnet kita memerlukan perangkat keras tambahan berupa sebuah PC Router ataun Router.

Menentukan beberapa bagian yang akan kita pisahkan adalah langkah awal,misalnya kita akan memisahkan computer yang banyak tersebut kedalam 15 bagian atau kita sebut saja 15 subnet.

Menentukan jumlah max computer per subnet = (2n) -2

Keterangan:

N = bit yang tersisa

Jumlah subnet = 2n

Keterangan:

N = bit yang terpakai

Jumlah subnet = 2n

15 = 2n

n = 4

Dengan demikian kita dapat mengetahui N dari hasil n,yakni ada 1 bit yantg tersisa.

Host per subnet = (2n)-2

=(24)-2

= 14

Sehingga kita hanya dapt menaruh setiap divisi sebanyak 14 PC.untuk mengetahui berapa subnet,range IP dan broadcast dapat diketahui dari hasil bit yang terpakai(n).

Berikut adalah kombinasi 4 digit (nol dan satu)yang terpakai:


  1. 0000
  2. 0001
  3. 0010
  4. 0100
  5. 0101
  6. 0110
  7. 0111
  8. 1000
  9. 1001
  10. 1010
  11. 1101
  12. 1111
  13. 1011
  14. 1110
  15. 0011

langkah selanjutnya adalah mencari berapa nomor subnet,broadcast dari setiap kombinasi tersebut. Kita akan mengambil contoh pada kombinasi yang ke-14:

1110 | 0000 s/d

1110 |1111

atau

224 s/d 239

Sesuai persoalan diatas,maka IP kmbinasi ke-14 ini adalah:

192.168.1.224 s/d 192.168.239 ,dimana:

Subnet :192.168.1.244

Broadcast :192.168.1.239

Range IP :192.168.1.225 s/d 192.168.238

Sharing Data

1.SHARING DATA PADA SYSTEM LINUX

Program yang digunakan adalah samba. Dengan samba kita dapat mengakses /sharing dari dan ke windows.konfigurasi yang akan dijelaskan menggunakan linux mandrake 9.1. Langkah penggunaan samba

1. Jalankan service samba

root~root#/sbin/service samba start

atau

root~root#/etc/rc.d/init.d/smb start

2. Membuat user

folder yang ingin kita sharink pada server samba nantinya membutuhkan user dan password untuk dapat diakses.esr samba mimiliki hubungan secara langsung dengan user system linux tetapi tidak ada hubungan untuk password.sehingga kita bias membuat password user system linux yang berbedadengan password user samba ,walaupun keduanya memiliki nama user yang sama.

3. Konfigurasi samba

Sebenarnya untuk samba kita harus mengkonfigurasi file yakni /etc/samba/smb.conf ,tetapi dikarenakan file tersebut telah ada saat instalasi paket dilakukan,maka penggunaan yang standart (seperti:pengaksesan folder user) kita tidak perlu mengkonfigurasi file tersebut.

Berikut contoh konfigurasi paling seerhana yang ditulis pada /etc/samba/smb.conf:

[tmp]

path=/tmp

guest ok=yes

writable =yes

browseale yes

keterangan:

tmp: menjadi nama folder yang dilihat pengakses

path: folder yang diberi akses

guest ok: jika bernilai yes maka untuk mengakses path tidak ada verifikasi user

writable: jika bernilai yes pengakses dapat menuliskan pada folder yang dipath-kan.

Browseable: jika bernilai yes pengakses melihat tmp pada list folder yang di sharing.

2. Sharing Data Pada WINDOWS XP

Cara sharing data pada windows XP cukup mudah,berikut cara sharing data pada windows XP:

1.Klik kanan pada folder yang inging di sharing

2.Pilih sharing and security

3.Pilih tab sharing

4.Centang checkbox sharing this folder

5.Ubah share name jika anda inginkan

6.Jika kita ingin mengizinkan pengakses dapat mengubah file pada folder yang di sharing-kan,pilih check box allow etwork users…….

7.Pilih OK dan seterusnya.


Selasa, 20 Mei 2008

KELAS IP



Untuk memudahkan pemakaian,alamat IP dibagi menjadi 3 klas,yaitu:

  1. Kelas A
  2. Kelas B
  3. Kelas C

Setiap kelas memiliki Network ID dan hst idserta default subnetmask. Dalam table beikut akan kita ketahui apa itu Network ID,Host ID, dan dfault netmask.

kelas

Network ID

Host ID

Default subnet mask

A

w

x,y,z

255.0.0.0

B

w,x

y,z

255.255.0.0

C

w,x,y

z

255.255.255.0

Jika kita memilih kelas A dan memberi nomor IP 1.2.3.4 ,maka dari ketentuan table diatas:

Angka 1 pada 1.2.3.4 adalah Network ID,sedangkan 2.3.4 pada 1.2.3.4 adalah Host ID. Begitu pula jika kita memilih kelas B, maka Network ID nya adlah 1.2 dan Host ID nya 3.4. sementara untuk default subnetmasknya kita ikuti saja apa yang di jelaskan didalam table diatas.

Contoh kelas dalam IP

Alamat IP

Kelas

Net ID

Host ID

120.176.7.2

A

120

176.7.2

190.9.6.2

B

190.9

6.2

192.168.6.1

C

192.168.6

1

2.Pemberian nama IP

Dalam pemberian nama IP kita harus mengunakan ketentuan-ketentua berikut

1.Jika kelas A delapan angka pertama dari biner harus dimulai dengan 0

( IP ada 32 biner (0 dan 1)).

Biner : [0]0000001 sampai [0]1111111

Decimal :1 sampai 127

2.Jika kelas B delapan anga biner harus dimulai dengan 10

Biner :[10]00000 sampai [10]111111

Decimal :128 sampai 191

3.Jika kelas C,delapan angka biner harus dimulai dengan angka 110.

Biner :[110]00000 sampai [110]00000

Decimal :192 sampai 223

Selain itu dalam membuat IP kita juga harus memperhatikan aturan berikut.

1.Angka 127 dari alamat IP digunakan untuk loopback,denganndemikian batas kelas A

adalah dari 1 sampai 126. Yang dimaksud 127 adalah 127.x.y.z.

2.Biner dari Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 aatau 1.

Jika kita membuat penomoran IP dengan 255.2.3.4, maka penomoran itu tidak dibenarkan. Seperti yang telah kita ketahui Net ID dari alamat 255.2.3.4 adalah 255,sementara 255 desimal adalah 11111111 Biner.

3.Biner dari Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1.

Contoh:

1.0.0.0 (host id semuanya nol)

00000001.00000000.00000000.00000000 atau

1.255.255.255 (host id semuanya satu)

0000001.11111111.11111111.11111111

Untuk diketahui:

Secara teknis computer ayang mimiliki nomor IP bereda kelas dan atau berbeda Network id tidak bbisa berhubungan secara langsung,misalnya 192.168.1.1 dengan 126.2.36.2 atau 192.168.1.1 dengan 192.168.0.1,diperlukan perangkat keras tambahan untuk menghubungkan computer tersebut.

Berikut nomor IP yang tidak ada di internet:

10.x.y.z

172.16.y.z – 172.31.y.z

192.168.y.z -192.168.255.z

karena itu computer local disarankan menggunakan nomor tersebut,sehingga jika sebuah computer local direncanakan akan dihubungkan ke internet tidak terjadi bentrok 2 nomor yang sama.




-

Sabtu, 03 Mei 2008

MERUBAH FILE FLV MENJADI AVI

Sebelumnya saya pernah membuat postingan tentang bagaimana mendownload file dari youtube.com yang merupakan file yang berekstensi FLV (Flash video). Lalu setelah file tersebut berhasil kita download, maka untuk memainkannya kita butuh player, misalnya aplikasi Applian FLV Player yang dapat kita unduh secara gratis.

Lalu bagaimana bila ingin memainkannya dirumah yang mungkin komputernya belum ada player Flash Video atau ingin memainkan di VCD Player. Nah untuk hal seperti ini kita harus merubah jenis file Flash Video menjadi jenis AVI. Untuk cara cepat anda bisa menggunakan file freez_flv2avi yang dapat mengkonversi fiel FLV menjadi AVI, bahkan menjadi MPEG dan WMV. Fasilitas tersebut dapat anda download dari smallvideosoft.com

Cuma, kelemahan dari file tersebut belum dapat di download secara gratis, tapi untuk waktu beberapa minggu anda bisa gunakan dalam trialnya, setelah itu kita diminta untuk melakukan pembayaran. Nah, untuk ini kita bisa minta bantuan mbah google untuk mendapatkan crack nya. “Selamat mencoba ya”.


copy by from adveriklan.blogspot.com

MENDAPATKAN IP ADDRESS DARI NAMA HOST

Dapatkan IP Address dari Nama Host

Untuk melakukan pembacaan IP address dari nama hostname yang diperlukan adalah beberapa code api socket. contoh berikut akan menerangkan bagaimana caranya mendapatkan IP Address dari Host Name.
Code: Select all

Option Explcit

Const IP_SUCCESS As Long = 0
Const MAX_WSADescription As Long = 256
Const MAX_WSASYSStatus As Long = 128
Const WS_VERSION_REQD As Long = &H101
Const WS_VERSION_MAJOR As Long = WS_VERSION_REQD \ &H100 And &HFF&
Const WS_VERSION_MINOR As Long = WS_VERSION_REQD And &HFF&
Const MIN_SOCKETS_REQD As Long = 1
Const SOCKET_ERROR As Long = -1

Private Type WSADATA
wVersion As Integer
wHighVersion As Integer
szDescription(0 To MAX_WSADescription) As Byte
szSystemStatus(0 To MAX_WSASYSStatus) As Byte
wMaxSockets As Long
wMaxUDPDG As Long
dwVendorInfo As Long
End Type

Private Declare Function gethostbyname Lib "wsock32" _
(ByVal hostname As String) As Long

Private Declare Sub CopyMemory Lib "kernel32" _
Alias "RtlMoveMemory" _
(xDest As Any, _
xSource As Any, _
ByVal nbytes As Long)

Private Declare Function lstrlenA Lib "kernel32" _
(lpString As Any) As Long

Private Declare Function WSAStartup Lib "wsock32" _
(ByVal wVersionRequired As Long, _
lpWSADATA As WSADATA) As Long

Private Declare Function WSACleanup Lib "wsock32" () As Long


Public Function SocketsInitialize() As Boolean
Dim WSAD As WSADATA
Dim success As Long
SocketsInitialize = WSAStartup(WS_VERSION_REQD, WSAD) = IP_SUCCESS
End Function

Public Sub SocketsCleanup()
If WSACleanup() <> 0 Then
MsgBox "Windows Sockets error occurred in Cleanup.", vbExclamation
End If
End Sub

Public Function GetIPFromHostName(ByVal sHostName As String) As String
'konversi host name ke IP Address.

Dim nbytes As Long
Dim ptrHosent As Long
Dim ptrName As Long
Dim ptrAddress As Long
Dim ptrIPAddress As Long
Dim sAddress As String

sAddress = Space$(4)
ptrHosent = gethostbyname(sHostName & vbNullChar)
If ptrHosent <> 0 Then
ptrAddress = ptrHosent + 12
'mendapatkan IP address
CopyMemory ptrAddress, ByVal ptrAddress, 4
CopyMemory ptrIPAddress, ByVal ptrAddress, 4
CopyMemory ByVal sAddress, ByVal ptrIPAddress, 4
GetIPFromHostName = IPToText(sAddress)
End If
End Function

Private Function IPToText(ByVal IPAddress As String) As String
IPToText = CStr(Asc(IPAddress)) & "." & _
CStr(Asc(Mid$(IPAddress, 2, 1))) & "." & _
CStr(Asc(Mid$(IPAddress, 3, 1))) & "." & _
CStr(Asc(Mid$(IPAddress, 4, 1)))
End Function


Private Sub Form_Load()
If SocketsInitialize() Then
MsgBox "Host Name: localhost, " & GetIPFromHostName("localhost")
SocketsCleanup
Else
MsgBox "Error, tidak dapat mendapatkan IP Address"

End If
End Sub



copy from vb-bego.com

SETTING WIRELESS ACESS POINT MIKROTIK

Setting Wireless Access Point Mikrotik

Setting Point To Multi Point Pada AP Mikrotik
Konfigurasi pada wireless Access Point
1. Buatlah sebuah Interface bridge yang baru, berilah nama wds bridge atau terserah anda namanya


2. Masukkan ethernet dan wlan ke dalam interface port bridge

3. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu wireless. (1). pilih pada tab Security Profiles (2). Cek list WPA PSK pada Authentication Types (3). cel list juga tkip, aes ccm pada Unicast Ciphers dan Group Ciphers(4) Isikan password pada WPA Pre-Shares Key (5) klik Apply OK4. Selanjutnya klik tab Connect list (1). pada interface pilihlah wlan yang akan digunakan (2). tentukan ssid (3) dan pada Securty Profile arahkan ke profile1 (4) klik Apply OK

5. dan selanjutnya (1) klik tab interface (2) dobel klik pada nama wireless yang akan digunakan (3). pilihlah mode ap bridge (4). tentukan ssid seperti pada security porfile tadi (5). band (6). dan frequency yang digunkan (7). pada Security Profile tujukan ke profile1 (8). dan pada Frequency Mode tujukan ke manual txpower (9). jangan lupa aktifkan Default Authentication dan Default Forward (10) lalu aktifkan interface wirelessnya (11) klik apply OK6. Berikutnya konfigurasi wds pada wireless interface yang digunakan, bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah terdahulu. (1). pilihlah tab wds (2) tentukanlah WDS Mode ke dynamic (3). pilihlah wds-bridge pada WDS Default Bridge (4) klik Apply OK

nah seting access point nya udah kelar, tinggal seting wireless stationnya tapi saya belum edit gambar untuk wireless stationnya, tapi pada dasarnya setting stationnya sama seperti access point cuma mode di tentukan ke station wds dan frequency mode ke super channel nah tinggal scan, di tabel akan terlihat ssid access point yg kita buat klik connect klik ok udah sep…..kan semoga bermanfaat

Jumat, 02 Mei 2008

TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Topologi jaringan ada beberapa bentuk sebagai berikut.

1. Topologi Bus

Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

bus topologi

Gambar topologi bus

Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.

2. Topologi Cincin

Topologi cincin atay yang sering disebut dengan ring topologi adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

ring topologi

Gambar ring topology

Adapun kelebihan dari topologi ini adalah kabel yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari topologi ini adalah pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling terhubung.

3. Topologi Token Ring

Topologi ini hampir sama dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan. Bisa di lihat dari perbedaan gambar.

token ring topologi

Gambar topologi token ring

Didalam gambar jelas terlihat bagaimana pada token ring kable penghubung di buat menjadi lingkaran terlebih dahulu dan nantinya akan di buatkan terminal-terminal untuk masing-masing komputer dan perangkat lain.

4. Topologi Bintang

Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll.

star topologi

Gambar topologi star

Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. Keuntungan dari topologi ini sangat banyak sekali diantaranya memudahkan admin dalam mengelola jaringan, memudahkan dalam penambahan komputer atau terminal, kemudahan mendeteksi kerusakan dan kesalahan pada jaringan. Tetapi dengan banyak nya kelebihan bukan dengan artian topologi ini tanpa kekurangan. Kekurangannya diantaranya pemborosan terhadap kabel, kontol yang terpusat pada hub terkadang jadi permasalahan kritis kalau seandainya terjadi kerusakan pada hub maka semua jaringan tidak akan bisa di gunakan.

5. Topologi Pohon

Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.

tree topologi

Gambar topogi pohon (tree)

Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

Sampai disini sedikit pemaran saya pada artikel kali ini dan akan saya lanjutkan pada artikel selanjutnya dengan cara membangun jariangan yang bagus, dan cara penanggulangnan masalah pada jaringan.